BERJUANG VIA PUISI
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan Rieke Dyah Pitaloka menantang Wakil Ketua Umum Partai Gerakan
Indonesia Raya Fadli Zon. Rieke pun membacakan sebuah puisi yang dia tulis pada
tahun 2004 yang berjudul "Situs".
"Puisi ini saya
dedikasikan untuk kawan-kawan aktivis yang hilang," ucap Rieke di kantor
Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, Matraman, Jakarta, Kamis
(8/5/2014).
Dia mengaku memang
belum mempersiapkan puisi baru khusus untuk Fadli Zon. Meski demikian, anggota
Komisi IX ini pun menantang orang dekat Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra
Prabowo Subianto itu untuk membalas puisinya.
Berikut ini puisi yang
dibuat oleh Rieke:
SITUS
Andai aku mati Matiku
tak mungkin sia-sia
Ribuan tahun nanti aku
jadi fosil Kuburku jadi situs purbakala.
Sedang, Buku sejarahmu
jadi beku dimakan waktu.
Ribuan tahun nanti,
saat aku ditemukan Arwahmu pasti dengar teriak mereka: "Tulang belulang
ini milik seorang manusia malang, sebutir peluru tiran lobangi
tengkoraknya!"
Andai aku mati Matiku
tak pernah sia-sia
Ribuan tahun nanti
kuburku digali
Dustamu tak bisa lari
Rasakan!
Saat buku sejarahmu
usang Aku justru menang!
Andai aku mati Matiku
pasti tak akan pernah sia-sia!
Kukusan, 5 September
2004
Sebelumnya, Fadli
membuat dan memublikasikan beberapa puisinya yang menyerang lawan politiknya.
Meski tidak secara gamblang menyebut siapa pihak yang diserang, publik menilai
bahwa Fadli tengah menyerang bakal calon presiden PDI-P, Joko Widodo.
Ikuti
perkembangan berita ini dalam topik:
Penulis
|
: Rahmat Fiansyah
|
Editor
|
: Sandro Gatra
|
